Example floating
Example floating
Example 300x600
Hukum & KriminalKota Gorontalo

Tak Terima Pasien Dirujuk, Keluarga Pasien Diduga Aniaya Dokter di RS Sitti Khadijah Gorontalo

×

Tak Terima Pasien Dirujuk, Keluarga Pasien Diduga Aniaya Dokter di RS Sitti Khadijah Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video dugaan penganiayaan kepada salah seorang dokter di RS Sitti Khadijah Gorontalo yang diduga dilakukan oleh keluarga pasien berinisial JYT. (sumber video : akun Gtlo Karlota)

AKSIOMA.CO.ID – Penolakan terhadap rujukan pasien diduga berujung kericuhan di Rumah Sakit Sitti Khadijah Gorontalo, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Seorang anggota keluarga pasien berinisial JYT disebut mengamuk setelah pihak rumah sakit menjelaskan bahwa pasien yang dibawanya tidak dapat kembali menjalani perawatan menggunakan BPJS di rumah sakit tersebut.

Kericuhan itu diduga berujung pada penganiayaan terhadap dokter dan perawat, pengrusakan fasilitas rumah sakit, hingga ancaman pembunuhan terhadap dokter dan ancaman membakar rumah sakit.

Direktur RS Sitti Khadijah Gorontalo, dr. Rusli Katili, mengatakan pasien tersebut sebelumnya pernah menjalani perawatan di rumah sakit yang sama sekitar dua minggu lalu dengan keluhan serupa.

“Jadi ada anak keluarganya dibawa ke rumah sakit ini, tapi sebelumnya dua minggu lalu pernah dirawat di rumah sakit ini, dan dibawa lagi dengan keluhan yang sama,” kata Rusli saat dihubungi melalui telepon, dilansir Tilangonews.com.

Menurut Rusli, pasien tetap diterima untuk menjalani pemeriksaan dan diagnosis. Namun, pasien kemudian harus dirujuk ke rumah sakit lain karena tidak dapat kembali menjalani perawatan menggunakan BPJS di RS Sitti Khadijah.

“Kami tetap menerima pasien, kami diagnosis dan sebagainya, tapi tidak bisa dirawat di sini menggunakan BPJS, sehingga kami akan rujuk. Tapi keluarga tidak terima,” ujarnya.

Penjelasan tersebut diduga memicu kemarahan pihak keluarga. JYT kemudian disebut mengamuk dan membuat kegaduhan di lingkungan rumah sakit.

Situasi semakin memanas ketika aksi tersebut diduga disertai makian terhadap dokter, teriakan, serta tindakan anarkis. Pihak rumah sakit juga melaporkan adanya dugaan penganiayaan terhadap dokter dan perawat serta pengrusakan fasilitas.

Keributan tersebut bahkan membuat sejumlah pasien ketakutan. Seorang pasien ibu hamil disebut panik hingga keluar dari ruangannya karena takut melihat situasi yang terjadi.

Sejumlah perawat juga disebut berlarian menyelamatkan diri saat keributan berlangsung.

Tak berhenti di situ, pihak rumah sakit menyebut terdapat dugaan ancaman pembunuhan terhadap dokter serta ancaman pembakaran rumah sakit yang turut dilaporkan kepada kepolisian.

JYT juga disebut melakukan tindakan anarkis dan diduga berada dalam pengaruh minuman keras saat kejadian. Dugaan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses penanganan dan pembuktian oleh kepolisian.

Manajemen rumah sakit juga mempersoalkan adanya pengakuan atau klaim sebagai bagian dari lembaga pers yang disebut dilakukan dengan cara yang dinilai tidak semestinya. Persoalan tersebut turut disampaikan dalam laporan.

Aksi keributan di dalam rumah sakit kemudian direkam warga dan videonya beredar di media sosial hingga menjadi perhatian publik.

Atas kejadian tersebut, manajemen RS Sitti Khadijah Gorontalo telah melaporkan kasus itu ke Polresta Gorontalo Kota.

Laporan tersebut mencakup dugaan penganiayaan terhadap dokter dan perawat, pengrusakan fasilitas, ancaman pembunuhan, ancaman pembakaran rumah sakit, tindakan anarkis, serta penghinaan dan makian terhadap dokter.

Pihak rumah sakit menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada kepolisian dan berharap seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *