AKSIOMA.CO.ID — Perjalanan panjang Yusbar Ismail sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bone Bolango kini memasuki babak baru. Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai birokrat, Yusbar memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur politik dengan bergabung bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Yusbar Ismail bukan nama baru dalam pemerintahan Kabupaten Bone Bolango. Ia pernah dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis, termasuk sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bone Bolango.
Di sektor tersebut, Yusbar bersentuhan langsung dengan berbagai agenda pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan pertanian, ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Karier birokrasi Yusbar kemudian berlanjut hingga dipercaya sebagai Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bone Bolango. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi terakhir yang diembannya sebelum memasuki masa purnatugas sebagai ASN.
Kini, setelah tidak lagi berada dalam struktur birokrasi pemerintahan, Yusbar memilih PPP sebagai ruang baru untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.
Momentum bergabungnya Yusbar ke PPP ditandai dengan sebuah prosesi sederhana namun sarat makna. Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo Ismet Mile, didampingi Ketua DPC PPP Kabupaten Bone Bolango Muh. Zamroni Mile, ST, secara langsung memakaikan jas PPP kepada Yusbar Ismail, Jum’at (2/10/26) malam.
Prosesi tersebut berlangsung dalam sebuah acara di salah satu lokasi di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
Jas partai yang dikenakan Yusbar menjadi simbol peralihan peran: dari seorang birokrat yang selama bertahun-tahun bekerja dalam sistem pemerintahan, menjadi bagian dari kekuatan politik yang bergerak melalui jalur kepartaian.
Masuknya Yusbar juga tidak sekadar dipandang sebagai bertambahnya kader PPP. Pengalaman panjangnya di pemerintahan membuat sosoknya memiliki modal pengetahuan mengenai birokrasi, tata kelola pemerintahan serta persoalan pembangunan daerah.
Di lingkungan PPP Provinsi Gorontalo, Yusbar bahkan direncanakan untuk diusulkan sebagai salah satu pimpinan harian DPW PPP Provinsi Gorontalo.
Tak berhenti di struktur partai, Yusbar juga disebut akan diproyeksikan sebagai salah satu bakal calon anggota legislatif DPRD Provinsi Gorontalo dari PPP pada momentum pemilu mendatang.
Jika rencana tersebut terealisasi, perpindahan Yusbar dari birokrasi ke politik akan menjadi bagian dari dinamika regenerasi dan penguatan struktur PPP di Gorontalo.
Pengalaman sebagai mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Asisten II Setda Bone Bolango menjadi bekal yang dapat dibawa Yusbar ke ruang politik, terutama dalam membicarakan isu pembangunan daerah, pertanian, ketahanan pangan, ekonomi masyarakat dan tata kelola pemerintahan.
Bagi PPP, bergabungnya figur dengan pengalaman birokrasi seperti Yusbar juga memperlihatkan upaya partai memperluas basis kader dengan latar belakang profesional dan pemerintahan.
Sementara bagi Yusbar, purnatugas sebagai ASN bukan berarti berakhirnya pengabdian.
Justru setelah bertahun-tahun berada di balik meja birokrasi dan menjalankan tugas pemerintahan, kini ia memasuki ruang yang berbeda.
Dari birokrasi menuju politik. Dari ASN menuju kader partai. Babak baru pengabdian Yusbar Ismail pun dimulai bersama PPP.





