AKSIOMA.CO.ID – Suasana Halaman Kantor Bupati Gorontalo pada Senin pagi, 5 Oktober 2026, tampak berbeda. Sejak pukul 07.38 WITA, ratusan jajaran Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) tumpah ruah mengikuti Apel Akbar Tingkat Kabupaten Gorontalo.
Apel akbar perdana pasca penggabungan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini dirangkaikan dengan penerimaan resmi Mahasiswa Kuliah Kerja Sosial Tematik Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKS-T PGMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo yang akan mengabdi di desa-desa.
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, didampingi Wabup Tony S. Junus, Ketua DPRD Zulfikar Usira, Ketua TP PK, serta jajaran Pimpinan OPD, dan perangkat Desa se Kabupaten Gorontalo.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi menegaskan apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum konsolidasi untuk menyatukan barisan.
” Apel akbar ini dalam rangka mendukung konsolidasi jajaran. Hasil dari penggabungan kedua OPD ini, maka hasilnya bisa melaksanakan apel akbar pertama kali.” Ujar Sofyan.
Bupati mengingatkan, seluruh pembangunan desa harus tegak lurus dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gorontalo.
” Kita semua berharap pembangunan di Kabupaten Gorontalo sesuai dengan RPJMD. Dan diharapkan seluruh Kepala Desa bisa melaksanakan program yang sesuai RPJMD. Hanya desa yang tahu masalah apa yang harus diatasi di setiap desa.” Tegasnya.
Isu kekeringan yang melanda beberapa wilayah menjadi perhatian serius. Sofyan mencontohkan pentingnya kepekaan pemerintah desa dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Tak hanya kekeringan, Bupati juga menyoroti tingginya intensitas bencana kebakaran di Kabupaten Gorontalo akhir-akhir ini. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.
” Perlu kita waspadai bencana yang saat ini cukup intens seperti kebakaran. Saya harap agar tetap peduli dengan lingkungan, jangan melakukan pembakaran lahan dan pemborosan air.” Tukasnya.
Di akhir amanatnya, orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu kembali menggaungkan Gerakan Peduli Tetangga sebagai gerakan sosial untuk memperkuat solidaritas warga.
” Gerakan peduli tetangga ini sangat penting, kita tidak tahu apa yang dialami oleh tetangga. Maka dengan gerakan ini semoga kita bisa mengatasi segala keluhan masyarakat.” Pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Sosial dan PMD Kabupaten Gorontalo, Haris S. Tome melaporkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Para mahasiswa KKS-T PGMI nantinya akan disebar di desa-desa untuk melakukan pendampingan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
(Ghaffar B)








