AKSIOMA.CO.ID – Kabinet Bergerak Berdampak Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (DEMA UIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar aksi unjuk rasa di pelataran Pakaya Tower, eks Menara Keagungan Limboto, Selasa (15/9/2026).
Aksi yang diikuti kurang lebih 100 mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Gratis ini berlangsung damai dengan pengawalan aparat.
Aliansi tersebut mengusung isu sentral “Evaluasi Sistem Pemerintahan untuk Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis.”
Mereka menilai kebijakan pendidikan saat ini belum berpihak kepada rakyat dan masih dijadikan sekadar program penunjang.
Dalam aksinya, Mahasiswa menyuarakan Enam tuntutan tegas
1. Mendesak segera revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas);
2. Mendesak pemerintah mempercepat eksekusi putusan hakim terkait alokasi anggaran pendidikan;
3. Mendesak pemerintah menjadikan pendidikan sebagai program prioritas utama, bukan program penunjang;
4. Mendesak alokasi anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan diatur secara tegas dalam UU Sisdiknas;
5. Mendesak evaluasi menyeluruh tata kelola pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
6. Mendesak agar militer segera dikembalikan ke barak.
Koordinator aksi menegaskan, pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis adalah amanat konstitusi yang harus diwujudkan, bukan sekadar jargon politik.
Selain menyoroti sektor pendidikan, massa juga menyoroti tata kelola KDMP yang dinilai carut-marut serta mengkritisi keterlibatan militer di ruang sipil yang dianggap mencederai prinsip demokrasi.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan penjagaan ketat aparat kepolisian. Massa aksi menyatakan akan terus mengawal tuntutan hingga ada komitmen nyata dari pemerintah.
(Ghaffar B)









