AKSIOMA.CO.ID — Bupati Bone Bolango Ismet Mile memasang target baru bagi RSUD Toto Kabila. Rumah sakit milik pemerintah daerah itu didorong naik kelas dari tipe C menjadi tipe B.
Target tersebut ditegaskan Ismet saat membuka Kick Off Re-Akreditasi RSUD Toto Kabila, Jumat (11/9).
Bagi Ismet, re-akreditasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen dan penilaian administratif. Momentum tersebut harus menjadi awal pembenahan menyeluruh, mulai dari kualitas pelayanan, ketersediaan dokter spesialis, fasilitas, hingga kenyamanan pasien.
“Dengan ditingkatkannya tipe rumah sakit ini dari tipe C menjadi tipe B, maka akan banyak yang berubah. Terutama pada tingkat alokasi dana dari pusat dan peningkatan layanan kepada masyarakat,” kata Ismet.
Untuk mendukung target tersebut, Ismet memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan melalui APBD 2027.
“Saya akan back up pada APBD tahun 2027. Ini sudah menjadi wajib hukumnya bagi saya selaku bupati untuk meningkatkan pelayanan,” tegasnya.
Dokter Spesialis jadi Perhatian Bupati
Ismet menyadari peningkatan tipe rumah sakit tidak cukup hanya dengan membenahi gedung. Ketersediaan dan kompetensi tenaga medis, terutama dokter spesialis, menjadi salah satu pekerjaan utama.
Ia meminta manajemen RSUD Toto Kabila aktif membangun kerja sama dengan perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan untuk memperkuat kebutuhan tenaga ahli.
“Saya perintahkan kepada direktur rumah sakit ini agar ada peningkatan kualitas para dokternya. Kalau masih kurang, tolong hubungi berbagai perguruan tinggi,” ujarnya.
Ismet bahkan mengingat kembali kerja sama yang pernah dilakukan pemerintah daerah dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga dan perguruan tinggi di Makassar.
Penguatan layanan spesialis diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Bone Bolango terhadap rumah sakit di luar daerah.
IGD dan Fasilitas Rumah Sakit akan Ditata Kembali
Pembenahan juga diarahkan pada wajah fisik rumah sakit. Ismet meminta tata ruang, model bangunan dan interior RSUD Toto Kabila ditata agar lebih nyaman dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Boleh diubah bentuknya, modelnya, dan sebagainya agar bisa menarik pasien-pasien ke depan,” katanya.
Sementara di IGD, Ismet meminta pasien yang sudah selesai menjalani pemeriksaan dan membutuhkan rawat inap segera dipindahkan ke ruang perawatan.
Langkah itu dinilai penting agar pelayanan kegawatdaruratan tidak terganggu akibat penumpukan pasien di IGD.
Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa bersama jajaran terkait diminta mengawal proses pembenahan tersebut, termasuk kebutuhan anggaran yang akan dimasukkan dalam penyusunan APBD 2027.
“Harus dilakukan agar tingkat pelayanan itu benar-benar bisa memuaskan rakyat,” ujar Ismet.
Dengan demikian, re-akreditasi RSUD Toto Kabila bukan sekadar mengejar predikat. Target akhirnya adalah menghadirkan rumah sakit daerah yang lebih lengkap, profesional dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Naik tipe B nantinya bukan hanya soal perubahan status, tetapi tentang seberapa besar masyarakat merasakan perubahan kualitas pelayanan.






